Gadis Kretek

 

KEMERDEKAAN YANG DI IMPIKAN SEORANG GADIS KRETEK
by : Vera Febrianti



Pada tanggal 2 November 2023 lalu, Netflix merilis serial Indonesia yang berjudul Gadis kretek yang diproduksi oleh BASE Entertainment dan Fourcolours Films dan disutradarai oleh sepasang suami istri, Ifa Isfansyah dan Kamila Andini, serial Indonesia yang terdiri dari 5 episode saja yang dikemas dengan latar waktu tahun 1960an - 2000 dengan disuguhkan tentang sejarah  yang mendalam perkembangan industri kretek di Indonesia pasca Kemerdekaan. Serial ini diadaptasi dari Novel karya Ratih Kumala yang terbit pada tahun 2012, sang penulis menulis kisah ini berdasarkan kisah nyata pada keluarga besarnya yang merupakan pengusaha kretek lokal di Jawa Tengah.

Serial ini dibintangi oleh aktor dan aktris terkenal Indonesia seperti Dian Sastrowardoyo yang memerankan Dasiyah atau kerap dipanggil Jeng Yah, Ario Bayu yang memerankan Soeraja, Arya Saloka yang memerankan lebas dan Putri Marino yang memerankan arum   dan lainnya

         Gadis kretek ini menceritakan tentang Gadis ambisius yang bernama Dasiyah atau kerap dipanggil Jeng Yah yang merupakan anak pertama dari pengusaha kretek terbesar di Kota X yang diberikan kepercayaan untuk mengembangkan usahanya.

         Meskipun diberikan kepercayaan untuk mengembangkan usaha kretek, namun Jeng Yah tetap diberikan batas batasan dalam pekerjaannya terutama pada  larangan masuk ke dalam ruangan dengan pintu berwarna biru yang merupakan tempat khusus untuk membuat saus kretek. Konon katanya, tidak boleh ada campur tangan perempuan dalam ruangan itu. Jika dilanggar, nanti rasa pada kretek yang dihasilkan akan menjadi asam.

          Dengan adanya larangan tersebut Jeng Yah tidak menyerah begitu saja dan tetap optimis pada dirinya mampu melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki-laki seperti pembuatan saus kretek di ruang Terlarang tersebut dengan menentangnya secara diam diam.

Jeng Yah adalah sosok yang pemberani dalam mengambil keputusan untuk menentang mitos larang tersebut dan pantang menyerah terutama terobsesi dalam membuat saus kretek terenak sepanjang sejarah Indonesia yang Jeng Yah impikan.

          Dengan ambisius yang dimiliki Jeng Yah, Ia tidak mengenal waktu dalam bekerja, walaupun tanggal merah pun Jeng Yah tetap bekerja, ini membuat Ia kerap menjadi bahan gunjingan orang orang di kampung nya, dikarenakan tidak kunjung menikah, disaat umurnya yang sudah tidak muda lagi.

          Jeng Yah menolak mengotak ngotakan gender, Jeng Yah tidak ingin menjadikan perempuan hanya untuk melayani laki laki seperti kebanyakan istri, Jeng Yah hanya ingin tetap diberikan kepercayaan untuk mengelola pabrik kretek, apalagi Jeng Yah memiliki ambisi untuk membuat kretek terenak.

HARI IBU, HARI UNTUK SELURUH PEREMPUAN INDONESIA

 

          Pada tanggal 22 Desember mendatang, Indonesia memperingati hari ibu nasional yang ke- 95 tahun 2023 ini. Sejarah Menurut laman resmi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), awal mula Peringatan Hari Ibu (PHI) di Indonesia dari peristiwa sejarah yang diselenggarakannya Kongres Perempuan Indonesia pertama kali di Yogyakarta pada tanggal 22-25 Desember 1928. Peristiwa itu anggap sebagai tonggak sejarah kebangkitan perempuan Indonesia dalam upaya merebut kemerdekaan Indonesia  dengan begitu banyaknya kiprah dan sumbangsih yang telah dilakukan oleh perempuan baik di masa lalu hingga masa kini.

          Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan dalam Statistik Indonesia 2023 pada Februari lalu, diketahui bahwa jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 275,7 juta jiwa. Bahwa Perempuan mengisi Setengah dari jumlah penduduk Indonesia saat ini yang menjadi penggerak keberhasilan berbagai bidang pembangunan saat ini dan mendatang.

          Dengan memperingati hari ibu ini, bukan hanya untuk mengucapkan atas jasa ibu yang tidak terhingga bagi seluruh masyarakat Indonesia.Tapi khususnya bagi seluruh perempuan Indonesia yang bertujuan untuk mendorong semua orang untuk perhatian dan pengakuan akan pentingnya peran perempuan dalam berbagai bidang pembangunan di Indonesia.

          Untuk seluruh perempuan di Indonesia, tanamkan pada diri dan pikiran kita  untuk menjadi sosok perempuan yang kuat, dan tangguh. Mari kita tunjukkan kepada seluruh dunia dengan ide pikiran kita yang kritis sebagai kekuatan dalam menghadapi segala tantangan.

Komentar

Postingan Populer