Generasi Emas 2045
SIAPKAH KAMU MENJADI GENERASI EMAS 2045 ?
by : Syarifah
Generasi Emas 2045 merupakan sebuah wacana, dan gagasan dalam rangka mempersiapkan para generasi muda Indonesia yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi.
Mengapa tahun
2045 disebut sebagai
tahun Indonesia Emas?
Pada tahun 2045 mendatang, Indonesia genap berusia 100
tahun alias satu abad. Pada tahun tersebut, ditargetkan Indonesia sudah
menjadi negara maju,
modern, dan sejajar dengan negara-negara adidaya di dunia. Bukan hanya target,
tapi ada usaha yang terus diupayakan agar bisa sampai ke sana.
Tahun 2045 merupakan momentum bersejarah, karena
Indonesia akan genap
berusia 100 tahun atau satu abad. Hal ini yang menjadi salah satu alasan munculnya
ide, wacana, dan gagasan Generasi Emas 2045.
Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi
Birokrasi (PANRB)
Abdullah Azwar Anas mengatakan, negara ini diyakini
akan masuk jajaran
empat besar ekonomi dunia. Pada tahun 2045, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi yaitu jumlah penduduk
Indonesia 70 persennya dalam usia produktif.
“Maka generasi ke depan harus disiapkan menjadi
generasi digital, melek
sains, namun tetap membumi
dan tidak tercerabut akar budayanya. Percuma kita punya generasi hebat sainsnya, tapi tak kenal budaya bangsa sendiri,” ujar Anas saat menjadi pembicara
dalam seminar nasional
bertajuk Mempersiapkan
Generasi Indonesia Emas 2045, secara
virtual, Sabtu (08/10).
Seminar ini digelar
oleh HKBP (Huria Kristen Batak Protestan) Rawamangun, Jakarta.
Lebih lanjut Anas menyontohkan, tingkat bunuh diri
anak-anak muda di kota- kota besar dunia saat ini masih terbilang tinggi.
Hal tersebut menjadi
tantangan yang akan dihadapi oleh para generasi
muda nantinya jika tidak bisa
menyeimbangkan
antara kebutuhan duniawi
dan spiritual tersebut.
Keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar tentu berperan
besar dalam tumbuh kembang anak-anak
Indonesia. Menurut Anas, anak-anak yang saat ini berada di tingkat PAUD, SD, dan SMP akan memegang andil dalam proses
menjadi generasi emas di 2045. Oleh
karena itu mereka perlu dibekali dengan nilai-nilai kejujuran sedari dini agar menjadi pribadi yang dapat diandalkan
di kemudian hari.
“Yang paling penting bukan hanya bagaimana dia
mendapatkan sekolah atau pendidikan
yang baik. Tapi bagaimana mereka menjadi manusia yang jujur, bermental
baik, menghargai perbedaan, berbudaya, dan punya
lingkungan yang mendorong proses-proses kreatif sehingga
anak-anak kita nanti tidak hanya punya
ijazah yang baik, tapi juga tangguh dan visioner,” imbuh mantan Kepala LKPP ini.
Hal tersebut diamini
oleh Pendeta Resort HKBP Rawamangun Benhard Pangaribuan
saat membuka kegiatan yang tersebut. Baginya, generasi emas bukan saja sebatas generasi yang mampu melakukan banyak hal. “Tapi kita yakin
generasi emas tidak pernah lepas dari kejujuran. Itulah pentingnya pembentukan karakter bangsa, ketulusan
hati, dan (hati) yang penuh damai,” pungkasnya.



Komentar
Posting Komentar